1999
Ketika mereka menanamku menghunjam dalam
Tak seorangpun tahu
Bila hatiku mulai terbentuk
Bahkan angin yang meniup-niup telingaku
Atau rayap yang mengelitik kakiku,
mencari peluang memakan lunak kepingan diriku
Dengan hati mereka menciptaku
Dengan cinta mereka menyentuhku
Memberiku tangis kanak-kanak,
Memberiku warna-warna,
Memberiku kebanggaan
Niscaya dengan hati dan cinta pula aku tangisi kepergian mereka
Kucermati tiap lekuk ruang-ruangku, tak ada yang salah denganku
Mengapa aku ditinggalkan?
Aku bertanya, aku berteriak, aku meronta
Tapi sayang, mengapa mereka tak pamit denganku
Yang lebih berhak atas ucapan selamat tinggal itu…