Cerita Sahabat

CERITA SAHABAT
Untuk teman-temanku alumni SMPN 1 Muncar

Di ladang kenangan
Tumbuh gedung-gedung simetris
Pilar persegi berdiri masiv
Tembok putih telah dipenuhi coretan, bayang-bayang,
seribu wajah, kita yang manis

Masih terbungkus kain putih biru
Yang berlari saling mendahului ketika genta memacu
Karena sebentar lagi telah pukul tujuh
Saatnya membuka halaman baru untuk teman baru

Kita masih memandang bimbang
Pada mata yang mengantarkan senyum riang
Di bawah beringin dan ketapang
Menjadi peneduh di pelataran lapang

Pasti tak hilang dari ingatan
Sewaktu kita kayuh sepeda karatan
Memburu kerling gadis pujaan
Mengepang jalinan persahabatan

Bersama kawan duduk bersila
Di dangau kecil dekat sawah
Berbincang tentang pelajaran, ataukah cinta pertama?
Ssst….bunga krangkong berbisik jengah mendengar kita bersendatawa

Ataukah kantin bu Pardi yang sempit dan beralas tanah
Yang selalu membuatmu betah
Karena es setrup berwarna merah
Mengingatkanmu pada gadis-gadis bermata cerah

Mari sejenak kita buka lembaran usang
Ketika suara kita masih lantang
Bermain air di sungai belakang
Di antara daun bambu yang terbang riang

Tentu kita tak pernah puas berlari dan berkejaran
Naik turun dan menghilang di perbukitan
Meski keringat telah berleleran
Namun semangat masih sekeras batu-batu yang berserakan

Tiang bendera itu masih tegak berwibawa kawan, tak hirau pada siku kita yang bersinggungan menahan pegal
Tundukkan wajahmu dan sembunyikan senyummu, agar pak guru tak berubah jadi tukang jagal
Nanti kita mendapat predikat nakal
Dan hukumanpun menjadi menu sarapan buat si bengal

Ingatlah ketika celana birumu terikat hingga kedada
Sepasang sepatu ketsmu yang bau terasi kau sembunyikan di balik meja
Sambil tersipu kau serahkan lembar ulangan yang berukir angka tiga
Kecut senyummu di bangku sebelah ada kerling si dia

Menunggu kelas bubar, aku melamunkanmu di tempat parkir
Terselip cerita kita diantara roda yang bergulir
Mencari-cari cuilan rindu yang terakhir
Dari kenangan yang tak lahir untuk terkikir

Genggamlah genggam wahai kawan, jangan biarkan tanganmu terlipat
Indah kenangan kita jangan relakan terlewat
Di sini jemari kita saling menjabat
Persahabatan pastikan terikat erat

Maka buang inginmu ‘tuk melangkah pergi
Meninggalkanku dalam rentan diri
Sungguh tak rela melihat kita merepih
Terpilah-pilah oleh jarak yang kian menepi

0 komentar:

Poskan Komentar